19 March 2010

Hantu

Siapa yang luput dari waktu?

“Hantu!”

Sejak itu anak-anak tak pernah lagi bermain di luar rumah.

Mereka mulai mengakrabi televisi, mencari film kartun dan komedi.

Siang-siang mereka lebih senang memutar-mutar tuning radio.

Dan bila malam tiba,

mereka serius berdoa agar tak diberi mimpi tentang hantu.

Siapa yang berbisik-bisik di rongga dada?

“Hantu!”

Sejak itu anak-anak mencemaskan kesendirian: sunyi-sepi yang menawan.

Di dalam rumah, mereka sibuk memencet-mencet nomor telepon.

Siang hari mereka berdiri di depan jendela, berteriak-teriak,

“hei! ada yang tahu merek mainan penakluk hantu?”

Dan jelang waktu tidur di sisi boneka lucu --dan kaku--

mereka membaca banyak buku sampai dipeluk kantuk.

Siapa yang berkata-kata di dalam buku?

Jangan takut, aku tak lebih dari hantu.

hantu nyawa si pendusta gila.

ya.

aku tak lebih dari itu.

usah risau kanak kanak masa hadapan

hantu tetap wujud.

ada yang menyamar dalam topeng manusia

tapi hakikat mereka hantu


Dan kanak kanak itu terus di buai mimpi

sayu suara nafas

sayu suara malam

mereka kaku

dalam buaian mimpi barangkali

terus dibawa

kemana meraka mahu


No comments: